Kanal kami: rizensia ~ HYPE ~ OTO

Prospek Saham PT Nanotech Indonesia Global Tbk, Beserta Jadwal IPO NANO

Bursa Efek Indonesia kedatangan emiten baru yakni PT Nanotech Indonesia Global Tbk (IDX: NANO).

Assalamu'allaikum....

Nanotech Indonesia Global
Logo emiten NANO

rizensia - Bursa Efek Indonesia kedatangan emiten baru yakni PT Nanotech Indonesia Global Tbk (IDX: NANO). Emiten ini mempunyai bisnis yang unik, karena bermain di layanan riset dan pengembangan, berikut sekilas informasi tentang calon emiten bursa yakni NANO.

Profil PT Nanotech Indonesia Global Tbk

Perusahaan ini adalah suatu perusahaan terbatas yang berdiri sejak tahun 2019 dan bergerak di bidang jasa layanan teknologi riset dan pengembangan, rekayasa material dan nano teknologi.

Sejak tahun 2019, bisnis dari Nanotech terus menerus mengalami pertumbuhan, dimana pada saat ini perusahaan telah memiliki layanan riset dan pengembangan (R&D service) dan  3 layanan lainnya untuk tahap implementasinya seperti layanan jasa keteknikan, layanan suplai peralatan dan material nano, dan layanan pengembangan kapasitas dan kualitas SDM.

Nah, pada tahap implementasi ini Nanotech memiliki 5 Strategi Bisnis Unit (SBU) yang berfokus untuk mencari solusi untuk pelanggan sesuai dengan kebutuhan pelanggan dibidangnya masing-masing.

Selain itu, Nanotech juga memiliki satu Perusahaan Anak, yaitu PT Nano Herbaltama Internasional (“Perusahaan Anak Perseroan”), yang telah berdiri sejak tahun 2019 yang dapat memformulasikan dan/atau memproduksi obat herbal, dimana guna mendukung kegiatan usaha Perusahaan Anak Perseroan.

Perusahaan Anak ini memiliki sebuah pabrik yang mempunyai fasilitas Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) yang berlokasi di Kampung Cikoleang RT 03 RW 02, Desa Pabuaran, Kec. Gunung Sindur, Kab Bogor, Jawa Barat.

Klien yang Telah Bekerjasama Dengan Nanotech

Adapun klien dan kerjasama yang telah terjalin bersama Nanotech seperti Sucofindo, BSN, Kementerian Perindustrian, PLN, Batan, Sinarmas Agribusiness and Food, Kalbe, Kimia Farma, Indofarma, Timah, Telkom Indonesia, Semen Indonesia, Nassa, Pindad dan masih banyak lagi.

Jumlah Saham dan Jadwal IPO NANO

Dalam masa penawaran ini NANO menawarkan jumlah saham 1.285.000.000 saham atau 1,2 miliar. Jumlah ini mempresentasikan total saham 29.99% dengan nilai nominal Rp 10. Kemudian broker yang menjadi penjamin emisi efek adalah UOB Kay Hian Sekuritas (Kode Broker:AI).

Masa book building saham NANO 8 sd 15 Februari 2022 direntan harga Rp 95 - Rp 105 per saham. NANO pun menawarkan waran 10 : 8, dimana setiap investor yang memegang 10 saham berhak memperoleh 8 Waran dengan harga exercise atau eksekusi waran diharga Rp 125 per saham.

Berikut Jadwal IPO emiten NANO:

  1. Masa Penawaran Awal : 8 Februari – 15 Februari 2022
  2. Tanggal Efektif : 24 Februari 2022
  3. Masa Penawaran Umum Perdana Saham : 1 – 8 Maret 2022
  4. Tanggal Penjatahan : 8 Februari 2022
  5. Tanggal Distribusi Saham & Waran Secara Elektronik : 9 Maret 2022
  6. Tanggal Pencatatan Saham dan Waran Seri I Pada Bursa Efek Indonesia : 10 Maret 2022
  7. Periode Perdagangan Waran Seri I : 10 Maret 2022 - 6 Maret 2025
  8. Periode Pelaksanaan Waran Seri I : 7 September 2022 – 7 Maret 2025

Penggunaan Dana IPO

Berdasarkan data Prospektus yang dibagikan, bahwa seluruh dana yang diperoleh dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham ini, setelah dikurangi biaya-biaya terkait emisi akan digunakan untuk:
  1. Sebesar Rp16.390.000.000,- (enam belas miliar tiga ratus sembilan puluh juta Rupiah) akan digunakan untuk belanja modal atau Capital Expenditure (CAPEX) berupa pembelian mesin dan perlengkapan terkait jasa layanan teknologi berbasis rekayasa material (teknologi rekayasa) Perseroan, dalam rangka menunjang Strategic Business Unit (SBU) Properti dan Konstruksi serta Strategic Business Unit (SBU) Akuakultur dan Agribisnis, dari pihak ketiga yaitu PT Alphasains Dinamika berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Mesin Perlengkapan Jasa Keteknikan tertanggal 26 November 2021;
  2. Sebesar Rp16.701.279.000,- (enam belas miliar tujuh ratus satu juta dua ratus tujuh puluh sembilan ribu Rupiah) akan digunakan untuk belanja modal atau Capital Expenditure (CAPEX) berupa pembelian mesin dan perlengkapan terkait jasa layanan teknologi kesehatan, kosmetik, dan farmasi dalam rangka mendukung pengembangan dan perluasan usaha Strategic Business Unit (SBU) Kesehatan, Kosmetik, dan Farmasi termasuk untuk pengembangan produk dan teknologi, dari pihak ketiga yaitu PT Indotech Scientific berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Mesin Perlengkapan Kesehatan, Kosmetik Dan Farmasi tertanggal 26 November 2021;
  3. Sebesar Rp16.221.232.000,- (enam belas miliar dua ratus dua puluh satu juta dua ratus tiga puluh dua ribu Rupiah) akan digunakan untuk belanja modal atau Capital Expenditure (CAPEX) berupa pembelian mesin dan perlengkapan terkait layanan utama Perseroan yaitu Layanan Riset dan Pengembangan (R&D Services), dari pihak ketiga yaitu PT Lab Sistematika Indonesia berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Mesin Perlengkapan Layanan Research And Development tertanggal 26 November 2021;
  4. Sebesar Rp17.045.200.000,- (tujuh belas miliar empat puluh lima juta dua ratus ribu Rupiah) akan digunakan untuk belanja modal atau Capital Expenditure (CAPEX) berupa pembelian mesin dan perlengkapan untuk implementasi teknologi pemanfaatan limbah, dalam rangka mendukung pengembangan dan perluasan usaha Sub Strategic Business Unit (Sub-SBU) Teknologi Pengolahan Limbah pada Strategic Business Unit (SBU) Industri Umum, dari pihak ketiga yaitu PT Pandu Anugerah Analitika berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Mesin Perlengkapan Pemanfaatan Limbah tertanggal 26 November 2021;
  5. Sebesar Rp3.618.181.818,- (tiga miliar enam ratus delapan belas juta seratus delapan puluh satu ribu delapan ratus delapan belas Rupiah) akan digunakan untuk belanja modal atau Capital Expenditure (CAPEX) berupa pengembangan infrastruktur teknologi informasi dan sistem penunjangnya, seperti pengembangan aplikasi dan sistem manajemen untuk peningkatan efisiensi dan perluasan jangkauan usaha Perseroan yang akan dilakukan dengan pihak ketiga yaitu PT Mantap Solusi Teknologi berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli Perlengkapan Infrastruktur IT dan Support System tertanggal 10 Januari 2022; dan
  6. Sisanya akan digunakan untuk modal kerja atau Operational Expenditure (OPEX) Perseroan dalam rangka mendukung kegiatan usaha Perseroan, termasuk namun tidak terbatas pada pembelian bahan baku.

Email: [email protected]

Posting Komentar

Berikan komentar terbaikmu!




© 2015 - rizensia| All rights reserved.
Sahabat Investasi Kamu!
Dukung!