Kanal kami: rizensia ~ HYPE ~ OTO

Cek! Emiten Rumah Sakit Ini Lakukan Corporate Action

Emiten Rumah Sakit yakni PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) akan melakukan aksi korporasi

Assalamu'allaikum....

Emiten Rumah Sakit
Emiten Rumah Sakit

rizensia - Emiten Rumah Sakit yakni PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) akan melakukan aksi korporasi, dimana SILO akan melakukan stock split sementara MIKA akan melakukan buyback saham.

Baca Juga: Daftar Saham Emiten Rumah Sakit, Lengkap Beserta Kode Bursa

Seperti yang diberitakan bahwa SILO akan melakukan perubahan Nilai Nominal Saham Perseroan dari nilai Rp100 menjadi Rp12,5 per saham atau rasio 1:8

Hal ini disampaikan dalam keterangan Sekretaris Perusahaan SILO, Lufy Setia, Jum'at (11/2/2022). Ia menyampaikan bahwa stock split ini bertujuan untuk meningkatkan likuiditas perdagangan saham Perseroan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Melalui stock split ini harga saham Perseoran menjadi lebih terjangkau bagi para investor ritel, sehingga diharapkan akan meningkatkan jumlah pemegang sahan Perseroan, jelas Lufy dilansir emitennews.

Akan tetapi, rencana Stock Split ini akan meminta persetujuan pemegang Saham perseroan. Oleh karena itu, Perseroan berencana untuk memintah persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Perseroan sehubungan dengan rencana Stock Split ini pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang rencananya akan diselenggarakan pada tanggal 22 maret 2022, tambah Lufy.

Nah dari aksi korporasi ini nantinya saham SILO akan menjadi 13.006.125.000 saham dari jumlah sebelum stock split 1.625.765.625 saham. Pada penutupan perdagangan kemarin harga saham SILO ditutup pada harga Rp7.900 per lembar saham.

Sementara emiten rumah sakit lainnya yakni MIKA akan melalukan pembelian kembali saham atau buyback saham maksimal Rp500 miliar. Dari dana yang dipersiapkan tersebut akan memperoleh kurang lebih 200 juta lembar saham.

Adapun periode buyback saham ini digelar mulai 11 Februari sampai dengan 10 Mei 2022. Sementara itu, sumber dana untuk buyback berasal dari kas internal, ini karena MIKA memiliki modal kerja, dan cadangan dana memadai untuk melaksanakan aksi buyback.

Pelaksanaan aksi buyback MIKA tidak berdampak terhadap pendapatan. Rencana itu, hanya akan mengakibatkan penurunan jumlah saham beredar, tetapi akan meningkatkan laba per saham. ”Perseroan membatasi harga pembelian saham maksimum Rp2.500 per lembar,” imbuh Joyce.

Kemudian dengan adanya aksi ini memberi keyakinan kepada investor atas nilai saham perseroan secara fundamental. ”Buyback juga memberi fleksibilitas dalam mengelola modal jangka panjang. Di mana, saham treasuri dapat dijual di masa mendatang dengan nilai optimal kalau butuh modal tambahan,” ucap Joyce dilansir dari emitennews.

Pada penutupan perdagangan saham Jum'at, (11/2/2022) harga saham MIKA berada di harga Rp2240 per lembar saham.

Sebelumnya, pada bulan Januari emiten rumah sakit lainnya yakni PT Royal Prima Tbk (PRIM) serta PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL) melakukan aksi buyback saham terlebih dahulu, dimana mereka masing-masing mempersiapkan dana Rp10 miliar (PRIM) dan Rp100 miliar (HEAL).

Email: [email protected]

Posting Komentar

Berikan komentar terbaikmu!




© 2015 - rizensia| All rights reserved.
Sahabat Investasi Kamu!
Dukung!