Mitratel Mau IPO, Seberapa Menariknya Bisnis Penyewaan Menara Telekomunikasi?

Dalam IPO ini Mitratel berpotensi memecahkan rekor baru yang sebelumnya dicatatkan oleh PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) pada 6 Agustus lalu sebesar 22 T

 Assalamu'allaikum.....

Situs resmi Mitratel.

rizensia - Tepat tanggal 26 Oktober 2021 kemarin, jujur kami kaget melihat pemberitahuan tentang pemesanan saham PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) melalui sistem e-IPO. Kagetnya karena akhirnya anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mau melakukan IPO di pasar modal.

Karena seperti kita ketahui bersama, bahwa rencana dari IPO Mitratel ini telah lama berhembus di kalangan investor pasar modal, tapi baru terealisasi sekarang.

Nantinya perusahaan ini akan menggunakan kode MTEL sebagai kode saham mereka.

Proses IPO Mitratel

PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel adalah salah satu anak perusahaan PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang bergerak di bidang penyediaan infrastruktur telekomunikasi. Mitratel mulai menapaki bisnis menara telekomunikasi sejak tahun 2008. Sampai saat ini, Mitratel telah mengelola lebih dari 28.000 menara telekomunikasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Semua operator seluler Indonesia telah menjadi tenant dengan menempatkan perangkat BTSnya di menara Mitratel.

Saat ini Mitratel masuk kedalam perusahaan penyedia menara telekomunikasi terbesar di Indonesia. Dalam IPO ini, Mitratel berpotensi memecahkan rekor baru yang sebelumnya dicatatkan oleh PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) pada 6 Agustus lalu sebesar Rp 22 triliun. 

Mitratel menawarkan 25.540.000.000 saham atau sekitar 29,85%. Kemudian PT BRI Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas bertindak sebagai penjamin pelaksana emisi efek dari IPO ini.

Seberapa Menariknya Bisnis Penyewaan Menara Telekomunikasi?

Bisnis yang dijalani oleh Mitratel sendiri, adalah bisnis penyedia penyewaan menara telekomunikasi. Bisnis ini mempunyai potensi yang terus bertumbuh, seiring dengan kebutuhan ekspansi operator seluler untuk terus memperluas jangkauan jaringan mereka.

Kemudian, efisiensi bisnis yang dilakukan oleh operator seluler dengan cara mengalihkan kepemilikan menara seluler ke penyedia penyewaan menara membuat ketergantungan operator seluler akan penyedia menara semakin besar.

Kemungkinan faktor-faktor inilah yang membuat beberapa investor dari berbagai institusi tertarik masuk ke bisnis ini

Belum lama ini konglomerat Indonesia yakni Group Djarum, melalui PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR) melakukan corporate action dengan mengakusisi perusahaan sejenis lainnya yakni PT Solusi Tunas Pratama Tbk (SUPR). Bahkan dalam proses pembeliannya TOWR menawarkan harga jumbo kepada pemilik SUPR sebelumnya.

Kemudian dari sisi jenis investor pasar modal, keberminatan investor asing terhadap sektor penyedia menara telekomunikasi begitu besar. Ini terlihat dari dua emiten group terbesar penyedia menara telekomunikasi yakni PT Sarana Menara Nusantara Tbk dan PT Tower Bersama Tbk (TBIG), dimana kepemilikan asing di kedua saham ini sebesar 35,9% dan 23,3% dari jumlah saham yang beredar.

Lalu, keberminatan investor institusi yakni Indonesia Investment Authority (INA) menjadi indikator bahwa sektor ini begitu menjanjikan, dimana dalam proses IPO Mitratel INA menyatakan minat menjadi anchors investor dan akan ikut membantu dalam memasarkan saham IPO anak usaha Telkom Group tersebut.

Bagaimana? Apakah kamu tertarik masuk ke saham IPO Mitratel?

Disclaimer On: Artikel ini dibuat bukan untuk menggiring atau mempom-pom saham tertentu. Tapi sebagai penambah wawasan mengenai saham sektor Penyedia Menara Telekomunikasi.


Posting Komentar

Berikan komentar terbaikmu!
© rizensia. All rights reserved. Dukung!