UOB Kay Hian Digugat, Nasabah Ngaku Rugi Rp52 Miliar, Begini Kisahnya

Setidaknya sebanyak 12 nasabah yang melaporkan UOB Kay Hian Sekuritas ke Bareskrim dengan kerugian total hampir Rp52 miliar.
UOB Kay Hian Digugat, Nasabah Ngaku Rugi Rp52 Miliar. Begini Kisahnya

rizensia - UOB Kay Hian dikabarkan dilaporakan oleh nasabahnya ke Bareskrim Polri atas dugaan investasi bodong atau menawarkan kupon obligasi bodong.

Setidaknya sebanyak 12 nasabah yang melaporkan UOB Kay Hian Sekuritas ke Bareskrim dengan kerugian total hampir Rp52 miliar. 

Sebanyak 12 orang tersebut melaporkan beberapa petinggi dari UOB Kay Hian Sekuritas, yakni Yacinta Fabiana Tjang selaku Direktur Utama (Dirut), Ahmad Fadjar Siata Direkrut PT UOB Kay Hian Sekuritas, dan Wee Ee Chao selaku komisari Utama PT UOB Kay Hian Sekuritas.

Laporan tersebut telah tercatat dengan nomor STTL/187/VI/2022/BARESKRIM tertanggal 20 Juni 2022 atas dugaan penipuan.

"Kerugian dari 12 korban kurang lebih Rp52 miliar," ucap Kuasa hukum 12 korban dari LQ Indonesia Law Firm, Saddam Sitorus di gedung Bareskrim polri pada Senin 20 Juni 2022. Dikutip dari fin.co.id.

Kronologi kasus

Saddam menjelaskan kronologi kejadian 12 orang yang ikut investasi ke UOB Kay Hian Sekuritas. Berawal dari pihak UOB Kay Hian Sekuritas menawarkan produk dalam bentuk kupon obligasi, Namun investasi yang ditawarkan tidak sesuai yang dijanjikan.

"Jadi adapun produk yang mereka tawarkan adalah yang pertama mereka menawarkan produk kupon dari obligasi. Sementara awalnya yang perlu kami klarifikasi adalah para klien kami yang 12 orang ini pertama ditawarkan produk sekuritas, namun dalam perjalanannya ternyata obligasi, investasi obligasi," ucapnya.

Saddam meneruskan jika tidak adanya ketidak sesuaian perjanjian tersebut berkaitan dari kupon yang bersifat seperti manfaat investasi yang awalnya sekuritas menjadi obligasi ini juga tidak sesuai benefit waktu per enam bulan. 

"Jadi benefit yang didapatkan dari hasil produk yang ditawarkan ini per enam bulan itu mendapat manfaat dari investasi itu," terangnya.

Laporan tersebut terdaftar dengan nomor STTL/187/VI/2022/BARESKRIM tertanggal 20 Juni 2022 yang melaporkan sejumlah pihak diduga melakukan penipuan, penggelapan hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Jadi atas laporan ini kami menduga bahwa nama-nama yang terlapor tadi telah melakukan tindak pidana dengan dugaan tindak pidana penipuan Pasal 378 penggelapan Pasal 372 dan tindak pidana pencucian uang pasal 3,4,5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010," tutupnya.
***

Email: [email protected]
WA: 089657444900
Kami hadir di GOOGLE NEWS

Posting Komentar

Berikan komentar terbaikmu!
© 2015 - rizensia| All rights reserved.
Sahabat Investasi Kamu!