Kanal kami: rizensia ~ HYPE ~ OTO

Hati-hati Propaganda Psikologis Ketika Trading Saham, Berikut Tipsnya!

Setiap investor pasar modal pasti pernah merasakan kondisi psikolog yang kurang baik ketika trading saham.

 Assalamu'allaikum...

Psikologis Trading
Psikologis Trading

rizensia - Setiap investor pasar modal pasti pernah merasakan kondisi psikologis yang kurang baik ketika trading saham. Ini dikarenakan kondisi pasar yang sedang bearish atau turun, sehingga mempengaruhi nilai pada portofolio.

Di artikel ini kami akan membagikan tips dari Pak Vier Abdul Jamal, sang legenda pasar modal Indonesia. Dimana ia membagikan tips kesuksesannya dalam pasar modal.

Dikutip dari Tagar.id, bahwa rahasia sukses pertama Pak Vier di pasar modal adalah jangan terjebak dalam propaganda psikologis. Menurut dia, warna hijau yang menandakan saham naik dan merah yang berarti saham turun adalah propaganda psikologis.

“Emosi pasar dan pelaku pasar digerakkan dengan melakukan propaganda psikologis, sedangkan warna hijau/merah mewakili aksi dan emosi,” ujar Vier yang dijuluki Legenda Pasar Modal Indonesia.

Bagi Vier, seorang pecundang akan terjebak dalam propaganda psikologis, sedangkan pemenang memiliki manajemen ketakutan dan keberanian yang bagus. “Kesimpulannya, untuk sukses di pasar saham, Anda tidak boleh terjebak dalam propaganda psikologis,” kata dia.

Rahasia kedua, kata dia, jangan terjebak dalam swing trap. Hal ini biasanya terjadi saat harga suatu saham sedang reli, namun sontak turun. Kemudian, perhatikan level tertinggi (all time high) dan celah penutupan (gap) saham blue chip. Selanjutnya, terapkan strategi pullback untuk saham lapis kedua dan volume driven untuk penny stock.

Dia menuturkan, pemain saham harus banyak latihan bertransaksi saham, bukan pergi ke seminar–seminar mahal untuk ilmu yang sangat dasar. Ironisnya, ilmu-ilmu tersebut bisa diunduh di Google.

Vier mewanti-wanti emosi manusia paling merusak saat bertransaksi saham adalah ketakutan dan ketamakan. Itu sebabnya, investor harus belajar mengelola emosi terlebih dahulu, baru kemudian bisa sukses di pasar saham.

“Jangan percaya kepada seminar saham mahal dan menjanjika kemudahan. Sebab, sang pelatih saja masih hidup dari pelatihan (training for living), bukan bermain saham untuk hidup (stock for living). Percaya pada diri Anda sendiri mulai sekarang,” tegas dia.

Referensi:
https://bit.ly/3GKCMqN

Email: [email protected]

Posting Komentar

Berikan komentar terbaikmu!




© 2015 - rizensia| All rights reserved.
Sahabat Investasi Kamu!
Dukung!