Buka Rekening di BSI Mobile dapat Cashback!. Klik Disini!

Algoritma Market Maker: Mengenal Siklus Saham Ala Vier Abdul Jamal

"Jangan berlawanan dan bersebrangan dengan market maker. Kebanyakan orang kalah, mereka trading-nya berbeda alur (dengan market maker)."

 Assalamu'allaikum.....

Algoritma Market Maker: Mengenal Siklus Saham
Siklus Saham Ala Pak Vier Abdul Jamal

rizensia - Dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh CNBC Indonesia x Ajaib yaitu 'Trader Summit & Competition 2021'  pada hari Jum'at (26/11/2021). Dimana acara ini menghadirkan pemateri-pemateri yang berkompeten dibidangnya dan salah satu pemateri yang menarik adalah seorang legenda pasar modal yakni CEO Vier Corp Pak Vier Abdul Jamal.

Dalam sesi acara itu, Pak Vier menjelaskan mengenai algoritma market maker di Pasar Modal. Tema ini cukup menarik, karena membongkar alur pikir logis (algoritma) market maker yang selama ini sangat tabu bagi investor ritel. Dia pun memberikan beberapa saran kepada para trader salah satunya adalah mengikuti market maker ketika melakukan trading.

"Jangan berlawanan dan bersebrangan dengan market maker. Kebanyakan orang kalah, mereka trading-nya berbeda alur (dengan market maker)," kata vier yang dikutip rizensia dari CNBC Indonesia Jum'at (26/11/2021).

Pak Vier menjelaskan, terdapat empat siklus dalam pasar modal. Siklus pertama adalah sideways, dimana para trader khawatir untuk melakukan pembelian.

Ia pun memberikan contoh pada emiten PT Central Proteina Tbk (CPRO).

"Contohnya seperti PT Central Proteina Tbk (CPRO), orang tidak berani beli. kalau kita cerdas profitnya Rp 2.2 triliun kenapa tidak kita beli? Undervalued stock. Jadi kita beli di saat ini," lanjut dia.

Kemudian, pada siklus kedua harga akan melakukan koreksi atau swing trade untuk kemudian lanjut ke siklus ketiga.

"Di siklus ketiga inilah baru orang ramai-ramai beli. Pada saat orang ramai-ramai beli, masuk siklus empat," terang Vier.

Nah, dari ketiga siklus tadi, siklus terbaik untuk masuk adalah di siklus pertama untuk strategi investasi. Tapi pada saat bergerak ke siklus dua, trader harus membeli dan menjual saham tersebut.

"Begitu siklus dua swing trader, itu market maker sudah buang penumpang untuk naik ke siklus ketiga. Pada saat siklus ketiga, dikejar orang. Siklus ketiga itu mereka jualan semua dan market rontok ke siklus empat. Balik lagi konsolidasi ke siklus semula," lanjut dia.



Posting Komentar

Berikan komentar terbaikmu!
© rizensia. All rights reserved. Dukung!