Kanal kami: rizensia ~ HYPE ~ OTO

Mau IPO, Begini Profil Perusahaan Kelistrikan PT Star Energy

Perusahaan ini didirikan pada Maret 2003 sebagai perusahaan energi independen. Dengan basis operasi di Indonesia

 Assalamu'allaikum....

Star Energy
Star Energy

rizensia - Tersirat kabar bahwa PT Barito Pacifik Tbk ingin membawah anak usahanya yang bergerak dibidang usaha pembangkit listrik untuk melantai di Bursa Efek Indonesia.

Kabar ini kembali mencuat, setelah tahun 2020 lalu pernah dikabarkan mempunyai niat ingin IPO kan PT Star Energy.

Perlu untuk kamu ketahui, bahwa PT Star Energy adalah induk dari perusahaan PT Star Energy Geothermal Indonesia, yang merupakan salah satu perusahaan panas bumi terbesar di Indonesia.

Profil PT Star Energy 👷

Perusahaan ini didirikan pada Maret 2003 sebagai perusahaan energi independen. Dengan basis operasi di Indonesia, Star Energy ditugaskan untuk mengambil alih operasi Blok Kakap Oil & Gas di Laut Natuna Utara pada September 2003.

Setahun kemudian, pada November 2004, Star Energy mengakusisi 100% saham Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Wayan Windu di Jawa Barat dengan kapasitas 110 MW, dan mandapatkan mandat untuk mengembangkan lebih lanjut Unit 2 dengan kapasitas terpasang 117 MW.

Star Energy terus fokus pada pertumbuhan, membuat perusahaan ini mendirikan dua perusahaan lagi, dimana sebagai induk dari unit kerja mereka. Perusahaan pertama berfokus pada bisnis minyak & gas, sementara perusahaan kedua fokus berbisnis disektor panas bumi.

Selain bisnis dasar tersebut, kepemilikan minyak & gas Star Energy juga memiliki 100% hak kerja dalam kontrak bagi hasil (PSC) eksplorasi Sebatik (Kalimantan), Sekayu (Sumatera Selatan) dan Banyumas (Jawa Tengah). Kepemilikan tersebut melepaskan PSC Banyumas pada tahun 2014, dan PSC Sekayu pada tahun 2019, kepada Pemerintah Indonesia.

Pada bulan April 2017, untuk melanjutkan ekspansi panas bumi di seluruh Indonesia, kepemilikan panas bumi Star Energy mengakuisisi 100% saham di Star Energy Geothermal Salak, Limited, Star Energy Geothermal Darajat I, Limited, Star Energy Geothermal Darajat II, Limited, Star Energy Geothermal Salak Pratama , dan 95% saham di PT Star Energy Geothermal Suoh Sekincau. Selanjutnya, pada September 2017, kepemilikan panas bumi Star Energy juga mengakuisisi 95% saham PT Darajat Geothermal Indonesia, yang mengoperasikan 648 MW sumber daya panas bumi di wilayah Sukabumi dan Garut.

Pada tahun 2018, Pemerintah Indonesia memberikan Star Energy dua Penugasan Survei Awal dan Eksplorasi (PSPE), satu untuk Gunung Hamiding di Provinsi Maluku Utara, dan satu lagi untuk Sekincau Selatan di Provinsi Lampung. Setelah PSPE selesai, Star Energy akan diposisikan secara kompetitif dalam proses tender terbatas untuk mengembangkan sumber daya di Hamiding dan Sekincau. 

Portofolio Star Energy 📋

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa perusahaan ini mempunyai bisnis dibeberapa bidang energi seperti Oil & Gas dan juga Geothermal.

Oil & Gas ←

Blok Kakap, di kepulauan Natuna. Start Energy memproduksi minyak dan mengekspor bensin ke Singapura

PSC Sebatik, terletak di Cekungan Tarakan dekat perbatasan dengan Malaysia di Kalimantan Utara.

Geotermal ←

Star Energy Geothermal (Wayan Windu) Limited. (SEGWW) terletak 40 km di selatan Bandung, Jawa Barat. Perusahaan ini memasok uap panas bumi untuk menghasilkan listrik dengan total pengoprasian 227 MW untuk jaringan Jawa-Madura-Bali. 

Unit pertama (110 MW) di Wayang Windu selesai dibangun pada tahun 1999, dan telah berproduksi pada kapasitas penuh (dengan tingkat ketersediaan lebih dari 98%) sejak tahun 2000. Pada saat instalasi, Unit 1 adalah turbin geothermal terbesar di Dunia. Pada 2 Maret 2009, Menteri Energi dan Sumber Daya Indonesia secara resmi meresmikan beroperasinya Wayang Windu Unit 2, dengan kapasitas pembangkitan dari satu turbin / generator, sebesar 117 MW.

Star Energy Geothermal Salak, Ltd. (SEGS) bermitra dengan dua perusahaan milik negara, yaitu PT. Pertamina (Persero) dan PT. PLN (Persero). Fasilitas SEGS, yang terletak sekitar 70 km dari Ibu Kota Jakarta, memasok uap panas bumi untuk menghasilkan listrik dari pembangkit listrik 180 MW yang dioperasikan oleh PLN. SEGS juga menyediakan uap panas bumi dan mengoperasikan pembangkit listrik 197 MW yang menghasilkan listrik untuk jaringan Jawa-Madura-Bali.

Pasokan uap awal disalurkan pada tahun 1994, yang memulai produksi komersial Salak, dengan 110 MW dikirim ke PLN. Kemudian, pada tahun 2005, Salak mencapai kapasitas pembangkit sebesar 377 MW, yang menandai proyek Salak sebagai salah satu operasi geothermal terbesar di dunia.

Star Energy Geothermal Darajat II, Limited (SEGD II) bermitra dengan dua perusahaan milik negara, PT. Pertamina (Persero) dan PT. PLN (Persero). SEGD II memasok uap panas bumi ke pembangkit listrik 55 MW yang dioperasikan oleh PLN. SEGD II juga menyediakan uap panas bumi dan secara total mengoperasikan 216 MW yang memasok listrik untuk jaringan Jawa-Madura-Bali.

Operasi komersial proyek panas bumi Darajat, yang terletak di dekat Garut, Jawa Barat, dimulai pada bulan November 1994, dengan kapasitas mendekati 145 MW. Dengan selesainya dan peningkatan Unit III pada tahun 2009, total kapasitas Darajat mencapai 271 MW.

Fasilitas Unit III Darajat telah terdaftar sebagai proyek Mekanisme Pembangunan Bersih di bawah Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim (UNFCCC) Protokol Kyoto, yang menghasilkan Pengurangan Emisi Bersertifikat (CER). Hasil signifikan dari program ini adalah pengurangan gas rumah kaca, melalui pengoperasian pembangkit panas bumi rendah emisi. Sejak Desember 2006, Darajat telah menyumbang 6,2 juta ton CER yang terdokumentasi.

Kemudian, aset Star Energy dalam tahap pengembangan yaitu Hamiding yang berada di wilayah Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara dan Sekincau Selatan di Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung.

Kalau rencana Star Energy IPO jadi, tentu ini akan menjadi babak baru yang positif bagi pasar modal Indonesia. Karena kedatangan emiten yang berfokus pada energi baru terbarukan, dimana sentimen pasar terhadap energi ramah lingkungan sangat positif. Disamping itu juga unit usaha BUMN tengah melakukan pembentukan Holding Geothermal dan rencananya akan di IPO kan ke Bursa Efek Indonesia.

Email: [email protected]

Posting Komentar

Berikan komentar terbaikmu!




© 2015 - rizensia| All rights reserved.
Sahabat Investasi Kamu!
Dukung!