Assalamu'allaikum....
rizensia - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) atau lebih dikenal dengan nama PGN dalam sepekan terus melakukan ekspansi usaha baik itu dalam negeri dan luar negeri. Tak hanya itu, perusahaan yang telah berganti brand menjadi Pertamina Gas Negara ini juga memiliki kinerja saham yang baik.
Target PGN melakukan penyambungan 17.000 instalasi pipa
Pemberitaan pertama mengenai target PGN melakukan penyambungan 17.000 instalasi pipa gas kerumah warga di Kota Medan. Program ini sebagai bagian untuk mencapai target instalasi 400 ribu sambungan gas rumah tangga (SR) secara nasional dengan skema investasi internal PGN.
Dari target yang di canang kan di medan, baru 7 ribu SR yang terealisasi, PGN pun terus mengejar target yang belum tercapai sebesar 10 ribu SR.
PGN melakukan pemanfaatn limbah pabrik kelapa sawit
Pemanfaatan ini dilakukan guna untuk mencapai target net zero emission yang dicanangkan pemerintah pada tahun 2060.
Nah, dari situ PGN berinisiatif untuk mengembangkan bisnis Biomethane, Biomethane sendiri adalah produk hasil dari olahan Palm Oil Mill Effluent (POME) atau limbah cair pabrik minyak kelapa sawit.
Di Indonesia sendiri terdapat 187,5 juta ton buah mentah sawit atau fresh fruit bunch (FFB) yang dapat menghasilkan kurang lebih 45 juta ton crude palm oil (CPO) dan 109,3 juta ton POME yang kelak mampu melepas methane ke atmosfer setara dengan 36 juta ton karbondioksida (CO2).
Pengelolaan Biomethane akan membantu mengatasi permasalahan lingkungan yang dihasilkan oleh limbah cair pabrik minyak kelapa sawit.
Heru Setiawan, Direktur Strategi dan Pengembangan Bisnis PGN mengatakan, "Produk Biomethane yang memanfaatkan limbah nabati ini dapat menjadi substitusi dari penggunaan gas alam. Produk ini jelas lebih ramah ligkungan dan rendah jejak karbon." dikutip dari Kontan, Ahad (23/10/2022).
Adapun proyek Biomethane yang telah masuk perencanaan berada di Sumatera, diharapkan pada akhir tahun proyek ini sudah mulai. Sementara itu, pendanaanya melalui dua model yakni strategic partnership dan green financing.
Saat ini PGN telah melakukan teken kerjasama dengan KIS Biofuels Indonesia untuk mengembangkan bisnis Biomethane tersebut.
PGN melirik peluang suplai dan infrastruktur LNG di negara Bangladesh
PGN dan Intraco menandatangani Memorandum of Inderstanding mengenai pengembangan suplai LNG dan infastruktur gas bumi di Bangladesh.
Dikutip dari Kontan, Heru Setiawan mengatakan, "Dalam kerjasama ini, kedepan diharapkan PGN akan berperan sebagai penyedia kargo LNG yang bisa menopang pertumbuhan ekonomi Bangladesh. Kolaborasi juga dilakukan untuk potensi pengembangan bisnis gas bumi lainnya desektor transportasi gas, rumah tangga dan lainnya."
PGN jalin kerjasama dengan PIS
PGN dan PT Pertamina International Shipping (PIS) menandatangani kerjasama untuk meningkatkan suplai Liquified Natural Gas (LNG). Kedua anak usaha Pertamina ini berkolaborai untuk mensinergi meningkatkan kehandalan suplai menggunakan kapal LNG cargo dari Terminal LNG Bontang.
Nantinya, LNG Bontang diangkut menggunakan kapal dengan kuantitas muat sekitar 138 ribu meter kubik menuju LNG FSRT Lampung.
PGN jalin kerjasama dengna PPT Energy Tranding Co., Ltd
PGN dan PPT Energy Trading (PPTET) akan mengembangkan bisnis LNG, New Renewable Energy dan Energi Transisi. Dengan pengalaman PPTET yang sudah lebih dari 50 tahun PGN berharap sinergi ini dapat berjalan dengan baik kedepannya, sehingga dapat menyokong kebutuhan dan pemanfaatan LNG sebagai energi transisi menuju Net Zero Emission (NZE) 2060.
M. Haryo Yunianto, CEO Subholding Gas Pertamina PT PGN Tbk, mengatakan, Kebutuhan LNG dunia, khususnya regional Asia Pasific pada tahun 2022 mencapai 273 mmtpa dan akan terus tumbuh 2.8% pertahun hingga tahun 2050 sebesar 585 mmtpa. Terlebih kondisi geopolitik dan upaya menuju energi bersih secara global membuat nilai bisnis LNG semakin menarik.
"Peluang LNG PGN untuk masuk ke dalam pasar internasional sangat terbuka lebar, utamanya melihat dari sisi cadangan gas bumi, dan demand LNG di pasar internasional. Maka untuk memenuhi kebutuhan energi tersebut, pengembangan moda non pipa (beyond pipeline) untuk distribusi LNG adalah keharusan. Untuk itu kolaborasi dengan berbagai pihak sangat penting dilakukan." ujarnya dikutip dari detikcom.
PGN Serap Pasokan Gas Bumi dari HCML
PGN dan PT Pertagas Niaga menandatangani Kesepakatan Bersama Jual Beli Gas 9KB) dengan Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) penggunan pasokkan gas dari pengembangan Lapangan MDA-MBH-MDK (3M).
Kesepakatan ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan kehandalan pasokan gas bumi di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Sekitarnya. Lepangan 3M direncanakan mulai berproduksi pada minggu ketiga Oktober 2022.
Asing terus akumulasi saham PGAS
Dalam periode waktu 17 sampai dengan 21 Oktober 2022, investor asing terus melakukan akumulasi saham PGN (PGAS) ini terlihat dari nilai net buy asing di saham ini senilai Rp155,85 miliar. Pada data perdagangan Jum'at 21 Oktober saja, asing melakukan net buy saham PGAS sebesar Rp38,78 miliar saham.
Pada periode 5 hari perdagangan, saham PGAS telah naik 4,18% atau sebesar 75,00 poin ke angka Rp1.870 per lembar saham dari harga sebelumnya di Rp1.795 per lembar saham.
Kinerja keuangan PGAS dalam enam bulan pertama 2022 (Q2) mampu mencatatkan operating profit sebesar Rp5,02 triliun dengan nilai net profit sebesar Rp3,54 triliun.
Dengan memasuki masa pelaporan kinerja keuangan sembilan bulan pertama 2022 (Q3) investor asing tengah optimis dengan hasil yang positif, ini terlihat dari minat akumulasi yang tinggi dari investor luar negeri.

