Kanal kami: rizensia ~ HYPE ~ OTO

Lakukan IPO, Ini Prospek Saham PT Hillcon Tbk (HILL)

Perusahan ini bermula dari PT Hillconjaya Sakti (HS) yang berdiri pada tahun 1995, bergerak dalam bidang kontraktor pekerjaan sipil & pertambangan.

 Assalamu'allaikum....

PT Hillcon Tbk (HILL)

rizensia - Bursa Efek Indonesia atau BEI kembali kedatangan calon emiten baru, PT Hillcon Tbk (HILL) adalah perusahaan yang bergerak pada layanan kontraktor pertambangan.

Perusahan ini bermula dari PT Hillconjaya Sakti (HS) yang berdiri pada tahun 1995, bergerak dalam bidang kontraktor pekerjaan sipil & pertambangan. Sampai saat ini Hillcon telah menyelesaikan ratusan proyek baik besar maupun kecil dengan mengedepankan aspek keselamatan kerja, kesehatan kerja, keselamatan operasi dan lingkungan hidup. Tiap proyek dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas dan kecepatan kerja, serta dukungan tenaga kerja profesional.

IPO Saham PT Hillcon Tbk (HILL)

Dalam penawaran umum perdana saham HILL menawarkan sebanyak-banyaknya 2,21 miliar lembar saham biasa atas nama seluruhnya adalah saham baru dan dikeluarkan dari portepel Perseroan.

Adapun nilai nominal dari setiap saham adalah Rp20 yang mewakili sebanyak-banyaknya 15% dari jumlah modal ditempatkan dan distor penuh Perseroan setelah Penawaran Umum Perdana Saham.

Untuk nilai harga penawaran saham berada direntang harga Rp250 - Rp400 per lembar, sehingga dari hasil IPO ini nantinya PT Hillcon Tbk akan mendapatkan dana segar sebesar Rp884,6 miliar. Untuk broker yang bertindak sebagai penjamin emisi adalah OD - BRI Danareksa Sekuritas, AZ - Sucor Sekuritas, dan YP - Mirae Aset Sekuritas Indonesia. Masa Book Building HILL adalah 15 Juni 2022 sampai dengan 29 Juni 2022.

Prospek Saham PT Hillcon Tbk (HILL)

Dalam keterangan Direktur Utama Hillcon Hersan Qiu yang kami himpun dari CNBC Indonesia, bahwa rencana IPO Hillcon ini merupakan bagian dari upaya mengembangkan bisnis, menciptakan nilai yang optimal bagi perusahaan dan stakeholder serta demi mewujudkan ekosistem industri nikel Indonesia dan Global.

"Hillcon memiliki potensi pertumbuhan yang baik seiring dengan perkembangan teknologi. Semoga langkah ini memantapkan langkah Hillcon menjadi pemain industri nikel," ungkap Hersan dalam keterangan tertulis dikutip Kamis (16/6/2022). 

Kemudian prospek usaha perseroan dalam prospektus yang kami dapatkan, bahwa prospek sektor pertambangan dan kontruksi sipil di Indonesia masih banyak ruang untuk berkembang dan banyak pasar atau sumber daya manusia dan alam yang memiliki potensi tinggi. Dimana menurut Kementerian ESDM pada januari tahun 2022, Indonesia memiliki cadangan batubara sebanyak 31,7 miliar ton dan sumber  daya batubara sebayak 91,6 miliar ton.

Dengan didukung oleh beberapa faktor yang membuat harga dan kebutuhan akan batubara meningkat membuat prospek bisnis menjadi lebih positif keepannya, bahkan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk periode 2021-2030, akan ada kenaikan kebutuhan bahan bakar pembangkit di Indonesia hingga 153 juta ton pada tahun 2030. Tentunya ini menjadi penggerak meningkatnya kebutuhan batubara secara domestik.

Hillcon juga tak hanya bermain di jasa pertambangan batubara, melainkan bergerak di jasa pertambangan nikel. Dimana pasar hasil tambang nikel mengalami kenaikan dan memiliki prospek kedepan yang bagus. Salah satu yang mendorong adalah produksi baja nirkarat yang menggunakan nikel sebagai salah satu bahan produksi.

Dimana menurut MEPS International Ltd, produksi baja nirkarat global diperkirakan akan mengalami kenaikan menjadi 58 juta ton atau naik sebesar 3% YoY pada tahun 2022. Tentunya ini menjadi sentimen postif bagi saham HILL kedepannya.

Penggunaan Dana IPO

Adapun dana dari hasil Penawaran Umum Perdana Saham ini akan digunakan sebagai berikut (setelah dikurangi biaya-biaya emisi):
  1. Sekitar 55% digunakan untuk modal kerja HS terkait dengan biaya produksi penambnagan, termasuk diantaranya biaya terkait bahan bakar, gaji, biaya overhead, dan pemeliharaan alat-alat berat.
  2. Sisanya sekitar 45% digunakan sebagai belanja modal yang terdiri atas pembelian alat-alat (main fleet dan supporting fleet) beserta sarana penunjang lainnya.

Kondisi Keuangan HILL

Dalam kinerja keuangan di tahun 2021, Hillcon berhasil mencatat pendapatan sebesar Rp 1,983 triliun, meningkat sebesar 94%, dari Rp 1,022 triliun pada 2020. Laba kotor Hillcon melesat 138,69%, dari Rp 341,076 miliar pada 2020 menjadi Rp 814,124 miliar pada 2021. Marjin laba kotor juga naik, dari 33% menjadi 41% pada 2021.

Hal ini membuat Hillcon membukukan laba bersih Rp 404,302 miliar pada 2021, melambung 365,48%, dari Rp 86,856 miliar pada 2020. Margin laba bersih tumbuh menjadi 20% pada 2021, dari 9% pada 2020.

Sementara total aset Hillcon meningkat 87,96%, dari Rp 1,279 triliun pada 2020 menjadi Rp 2,404 triliun pada 2021. Sementara total liabilitas bertambah 52,11%, dari Rp 1,186 triliun menjadi Rp 1,804 triliun. Adapun total ekuitas Hillcon melambung sebesar 552,17% menjadi Rp 600 miliar pada 2021, dari Rp 92 miliar pada 2020.




Email: [email protected]

Posting Komentar

Berikan komentar terbaikmu!
© 2015 - rizensia| All rights reserved.
Sahabat Investasi Kamu!
Dukung!