Kanal kami: rizensia ~ HYPE ~ OTO

Per 2022, Ini Daftar Holding BUMN Yang Telah Terbentuk

Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang menyediakan produk, baik dalam bentuk barang maupun jasa untuk masyarakat Indonesia.

 Assalamu'allaikum.....

rizensia - Badan Usaha Milik Negara adalah badan usaha yang menyediakan produk, baik dalam bentuk barang maupun jasa untuk masyarakat Indonesia. Berfungsi sebagai media bagi pemerintah Indonesia dalam membuat kebijakan perekonomian yang berpengaruh terhadap kesejahteraan masyarakat serta sebagai alat untuk menciptakan lapangan pekerjaan.

Jika dahulu jumlah BUMN Indonesia begitu banyak, maka dalam kurun waktu 10 tahun terakhir jumlah BUMN terus berkurang. Artian berkurang bukan karena dijual atau diswastakan, tapi dilakukan perampingan, merger dan pembentukan holding.

Nah, yang menarik dari ini adalah pembentukan holding, setidaknya dalam Pemerintahan Presiden Joko Widodo telah terbentuk beberapa Holding BUMN. Kebijakan pembentukan Holding memiliki beberapa manfaat dan tujuan yang positif, sehingga pemerintah mendorong untuk terbentuknya Holding BUMN. 

Holding sendiri adalah sebuah perusahaan utama yang membawahi beberapa perusahaan lain (Subsidiary Company) yang berada dalam suatu payung atau group perusahaan.

Kemudian, manfaat holding ada tiga. Pertama untuk memperbesar kemampuan BUMN agar menjadi lebih baik. Kedua, efisiensi dan Kolaborasi antara perusahaan BUMN. Ketiga, memperbesar penerimaan dividen untuk negara.

Berikut ini rizensia bagikan Holding BUMN yang telah terbentuk:

PT Pupuk Indonesia (Persero) | Holding Sektor Pupuk

Holding BUMN pertama yang terbentuk adalah PT. Pupuk Indonesia, dimana perusahaan ini membawahi beberapa perusahaan pupuk BUMN. Awalnya perusahaan ini bernama PT Pupuk Sriwidjaja pada tahun 1997, perusahaan ini ditugasi sebagai induk perusahaan (holding company) menjadikan ia sebagai Holding pertama yang dimiliki oleh BUMN.

Pada tanggal 3 April 2012, perusahaan ini ditugasi menjadi Investment and Strategic Holding, nama Perusahaan resmi berganti menjadi PT Pupuk Indonesia (Persero).

Adapun perusahaan yang berada dalam Holding ini yakni PT Petrokimia Gresik (PKG), PT Pupuk Kujang (PKC), PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (PSP), PT Rekayasa Industri (Rekind), PT Mega Eltra (ME), PT Pupuk Indonesia Logistik (PILog), PT Pupuk Indonesia Energi (PIE), PT Pupuk Indonesia Pangan (PIP).

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) | Holding Sektor Perkebunan

Dalam perjalanannya pembentukan Holding Perkebunan telah diagendakan sejak tahun 2002, akan tetapi baru terrealisasi pada era Presiden SBY pada tahun 2014. 

Adapun PT Perkebunan Nusantara III dipilih menjadi induk dari perusahaan perkebunan milik BUMN dengan anak perusahaan sebanyak 13 antara lain PTPN I, PTPN II, PTPN IV, PTPN V, PTPN VI, PTPN VII, PTPN VIII, PTPN IX, PTPN X, PTPN XI, PTPN XII, PTPN XIII, dan PTPN XIV.

Perum Perhutani | Holding Sektor Kehutanan

Perusahaan Holding dibidang Kehutanan yakni Perum Perhutani, terbentuk sejak tahun 2014/ Group ini pada tahun pertama terbentuk langsung mempunyai laba yang melonjak.

Perum Perhutani mempunyai 8 (delapan) entitas anak Perusahaan, 5 (lima) perusahaan berbentuk holding kehutanan, dimana Perum Perhutani menjadi induk Holding BUMN Kehutanan yaitu PT. Inhutani I, PT. Inhutani II, PT. Inhutani III, PT Inhutani IV dan PT. Inhutani V. 

Sedangkan PT. BUMN Hijau Lestari I, PT Palawi Resorsis dan PT Perhutani Anugerah Kimia merupakan perusahaan patungan.

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk | Holding Sektor Semen

BUMN Holding yang telah lama terbentuk selanjutnya adalah PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dimana holding perusahaan semen ini terbentuk ketika dimasa Presiden Susilo Bambang Yudhyono. Holding ini mengelola lini bisnis semen dan turunannya.

Sekilas tentang PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (“SMGR”), perusahaan ini didirikan pada tahun 1957 di Gresik, dengan nama NV Semen Gresik. Pada tahun 1991, PT Semen Gresik merupakan perusahaan BUMN pertama yang go public di Bursa Efek Indonesia.

Selanjutnya, pada tahun 1995, PT Semen Gresik (Persero) Tbk melakukan konsolidasi dengan PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa yang kemudian dikenal dengan nama Semen Gresik Group.

Dalam perkembangannya pada tanggal 7 Januari 2013, PT Semen Gresik (Persero) Tbk bertransformasi menjadi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, dan berperan sebagai strategic holding company yang menaungi PT Semen Gresik, PT Semen Padang, PT Semen Tonasa, dan Thang Long Cement Company.

Pada tanggal 31 Januari 2019, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Semen Indonesia Industri Bangunan (SIIB) telah resmi mengakuisisi 80,6% kepemilikan saham Holderfin B.V. yang ditempatkan dan disetor di PT Holcim Indonesia Tbk.

Selanjutnya pada tanggal 11 Februari 2019, melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, telah disahkan perubahan nama PT Holcim Indonesia Tbk menjadi PT Solusi Bangun Indonesia Tbk.

Dengan prinsip “Membangun Kekuatan Memajukan Indonesia“ Semen Indonesia terus meningkatkan sinergi dan inovasi demi mencapai keunggulan kualitas, menjaga keterpaduan dan kesinambungan kinerja ekonomi, berkomitmen terhadap lingkungan serta memberikan manfaat sosial dalam seluruh kegiatan operasional.

Berkat langkah holding semen, membuat Semen Indonesia Group menjadi perusahaan semen terbesar dan terintegrasi di asia tenggara bahkan dunia.

Pada tahun 2021, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) digodok oleh pemerintah untuk merger kedalam Semen Indonesia Group (SIG), dengan cara melalui skema Inbreng.

PT Pertamina (Persero) | Holding Sektor Migas

Holding selanjutnya adalah Holding Minyak dan Gas (Migas), group perusahaan BUMN ini membawahi 6 sub holding yang terdiri dari Sub holding Upstream, Sub holding Refining dan Petrochemical, Sub holding Commercial and Trading, Sub holding Gas, Sub holding Integrated Marine Logistics, dan Sub holding Power and New Renewable Energy.

Kemudian, diluar dari 6 subholding tersebut Pertamina juga memiliki beberapa anak perusahaan yang bergerak diberbagai sektor bisnis terkait keuangan dan jasa, antara lain seperti PT Pertamina Bina Medika, PT Seamless Pipe Indonesia Jaya, PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (Tugu Insurance), PT Pertamina Pedeve Indonesia, PT Patra Jasa, PT Pertamina Training & Consulting dan PT Pelita Air Service.

MIN ID | Holding Sektor Tambang

Tepat pada tanggal 17 Agustus 2019, Holding Industri Tambang BUMN resmi mengganti identitas mereka. Menggunakan brand MIND ID yang merupakan singkatan dari Mining Industry Indonesia. Holding ini telah terbentuk sejak tahun 2018, dimana pemerintah Jokowi menggenjot pembentukan Holding di tubuh perusahaan milik negara.

MIND ID menaungi beberapa perusahaan tambang milik BUMN seperti PT Antam Tbk, PT Bukit Asam Tbk, PT Freeport Indonesia, PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM), dan PT Timah Tbk. Serta 20% kepemilikan saham di PT Vale Indonesia Tbk (INCO).

MIND ID merupakan bentuk sinergi lima perusahaan tambang terbesar Indonesia yang akan mengeksplorasi dan mengelola potensi sumber daya mineral yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, untuk membangun peradaban, menyejahterakan bangsa, dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi Indonesia.

PT Bio Farma (Persero) | Holding Sektor Farmasi

Pada tahun 2019 pemerintah berhasil membentuk holding farmasi, holding ini dipimpin oleh PT Bio Farma (Persero) dan membawahi PT Kimia Farma Tbk (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF).

Indonesia Finansial Group (IFG) | Holding Sektor Asuransi & Penjaminan

Pada tahun 2020, pemerintah melalui PP No. 20 tahun 2020 tanggal 16 Maret 2020 menetapkan PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Holding Asuransi dan Penjaminan sehingga terdapat empat anggota baru yang terdiri dari PT Asuransi Kerugian Jasa Raharja (Jasa Raharja), PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), PT Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), dan PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo).

Bahana sendiri sebelumnya telah memiliki beberapa anak usaha seperti PT Bahana Sekuritas, PT Bahana TCW Investment Management, PT Bahana Artha Ventura, PT Bahana Kapital Investa dan PT Grahaniaga Tatautama. Terakhir ada PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life).

Pada tahun 2020 PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) sebagai BUMN Holding Asuransi dan Penjaminan melakukan transformasi brand menjadi Indonesia Financial Group (IFG).

Sebagai salah satu tonggak utama penggerak industri finansial di Indonesia, IFG berfungsi penting dalam menopang perekonomian nasional, meningkatkan stabilitas dan inklusi keuangan nasional. Mengedepankan sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah dan antar BUMN, melalui konsolidasi aset sebesar IDR 72,5T (per Maret 2020), IFG bertujuan untuk melakukan transformasi menuju ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan.

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (Persero) | Holding Ultra Mikro

Pada bulan September 2021, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) resmi menjadi holding ultra mikro (UMi), holding ini membawahi 2 BUMN yakni PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani.

Dalam ketarangan yang dikutip dari CNBC Indonesia, Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pembentukan holding BUMN untuk pemberdayaan UMi bertujuan menciptakan ekosistem agar semakin banyak lagi pelaku usaha ultra mikro yang terjangkau layanan keuangan formal.

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) | Holding Sektor Pariwisata

Pada tanggal 4 Oktober 2021, PT Aviasi Pariwisata Indonesia resmi ditunjuk sebagai induk dari perusahaan pariwisata BUMN. Sehingga terbentuklah Holding disektor Pariwisata.

Holding ini terdiri dari PT Hotel Indonesia Natour, PT ANgkasa Pura I dan II, PT Sarinah, dan PT Taman Wisata candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko.

PT Pertamina Bina Medika IHC | Holding Sektor Rumah Sakit

Petramedika IHC sebagai holding rumah sakit BUMN telah resmi beroperasi dan melakukan kerjasama dengan beberapa rumah sakit milik BUMN dan beberapa Universitas. Adapun skema yang dilakukan oleh Holding Rumah Sakit dengan akusisi rumah sakit milik BUMN dan melakukan kerjasama operasi.

Setidaknya dalam proses pembentukan terdapat beberapa fase, fase 1 telah dilaksanakan pada akhir Maret 2020 ditandai dengan akuisisi PT Rumah Sakit Pelni oleh PT Pertamedika IHC. 

Proses ini dilanjutkan dengan tercapainya fase 2 pada tanggal 7 Agustus 2020 dimana 7 (tujuh) PT Rumah Sakit bergabung menjadi bagian PT Pertamedika IHC dan konsolidasi dilakukan atas 35 rumah sakit dan 4.325 ranjang. 

Pada Fase III, Pertamedika IHC melakukan kerjasama manajemen operasional dengan 34 rumah sakit BUMN lain dimana dikelola oleh 18 PT Rumah Sakit BUMN sebagai berikut:

  1. PT Cut Meutia Medika Nusantara, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara I
  2. PT Tembakau Deli Medica, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara II
  3. PT Sri Pamela Medika Nusantara, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara III
  4. PT Prima Medika Nusantara, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara IV
  5. PT Nusa Lima Medika, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara V
  6. PT Agro Medika Nusantara, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara VII
  7. PT Kalimantan Medika Nusantara, dengan induk BUMN PT Perkebunan Nusantara XIII
  8. PT Pindad Medika Utama, dengan induk BUMN PT Pindad (Persero)
  9. PT Bukit Asam Medika, dengan induk BUMN PT Bukit Asam Tbk
  10. RS LNG Badak, dengan induk BUMN PT Badak LNG
  11. PT Prima Husada Cipta Medan, dengan induk BUMN PT Pelabuhan Indonesia I (Persero)
  12. PT Petro Graha Medika, dengan induk BUMN PT Petrokimia Gresik
  13. PT Kaltim Medika Utama, dengan induk BUMN PT Pupuk Kaltim
  14. PT Graha Pusri Medika, dengan induk BUMN PT Pupuk Sriwijaya
  15. PT Cipta Nirmala, dengan induk BUMN PT Semen Gresik
  16. RS Antam Medika, dengan induk BUMN PT Antam
  17. RSI Garam Kalianget, dengan induk BUMN PT Garam (Persero)
  18. RS Semen Padang, dengan induk PT Semen Indonesia

Pada Fase III ini, model kerjasama manajemen operasional meliputi 5 ruang lingkup utama meliputi Operasional,  Tenaga SDM Perbantuan, Pemasaran, Pengembangan Keilmuan dan Sistem Informasi & Teknologi. Kerjasama ini dilaksanakan lewat acara Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Operasional RS BUMN Tahap III yang digelar di Synergy Lounge Gedung Kementerian BUMN pada Rabu 16 Desember 2020. 

Pada acara tersebut turut hadir Menteri BUMN Erick Thohir, Wamen I BUMN Budi Gunadi Sadikin, Wamen II BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur BUMN, serta para Direktur PT RS BUMN. Penandatanganan kerjasama ini sekaligus menjadi landasan dan juga pernyataan bahwa sejak hari ini, koordinasi pengelolaan seluruh rumah sakit BUMN sebanyak 69 rumah sakit dimana secara total memiliki lebih dari 6.909 tempat tidur dilakukan melalui PT Pertamina Bina Medika IHC selaku Holding Rumah Sakit BUMN.

Defend Id | Holding Sektor Pertahanan

Presiden RI Joko Widodo telah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) No. 5 Tahun 2022 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) Republik Indonesia ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Len lndustri pada tanggal 12 Januari 2022. 

Holding BUMN Industri Pertahanan (Indhan) dengan nama Defend ID (Defence Industry Indonesia) terdiri dari PT Len Industri (Persero) sebagai induk holding, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia, PT PAL Indonesia, serta PT Dahana sebagai anggota holding.

Saat ini, Len sebagai induk holding Defend ID memiliki seluruh saham Seri B dari keempat anggota holding Defend ID. Sementara itu, pemerintah memiliki 1 lembar saham seri A Dwiwarna keempat perusahaan tersebut serta 100 persen saham Len.

Selain itu, PT Len Industri (Persero) juga mempunyai 4 anak perusahaan yaitu PT Eltran Indonesia, PT Surya Energi Indotama (SEI), PT Len Railway Systems (LRS), dan PT Len Telekomunikasi Indonesia (LTI), yang mana sebagian besar sahamnya dimiliki oleh Len.

PT Danareksa (Persero) | Holding Lintas Sektor

PT Danareksa (Persero) ditunjuk oleh pemerintah sebagai holding lintas sektor tahap 1 tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2022 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara (PMN) Republik Indonesia ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Danareksa.

Penambahan PMN ke dalam modal saham Danareksa tersebut berasal dari pengalihan seluruh saham pemerintah pada 10 BUMN anggota Holding Danareksa. Adapun ke-10 anggota holding tersebut ialah PT Nindya Karya, PT Kliring Berjangka Indonesia, PT Kawasan Industri Medan, PT Kawasan Industri Wijayakusuma, PT Kawasan Industri Makassar, PT Kawasan Berikat Nusantara, PT Balai Pustaka, PT Perusahaan Pengelola Aset, PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung, dan PT Surabaya Industrial Estate Rungkut.

Dalam perencanaan tahap kedua, nantinya akan masuk dalam holding yaitu Virama Karya, Yodya Karya, Indra Karya, Bina Karya, Perum Jasa Tirta (PJT) 1, dan PJT 2. 

Sebelum ditunjuk sebagai Holding lintas sektor, PT Danareksa (Persero) pernah direncanakan akan menjadi Induk dari Bank Miliki Negara, akan tetapi rencana itu tidak terlaksanakan.

PT Danareksa (Persero) juga mempunyai anak perusahaan sebagai berikut PT Danareksa Capital, PT Danareksa Finance, PT Danareksa Investment Management, PT BRI Danareksa Sekuritas, Danareksa Research Institute dan PT Jalin Pembayaran Nusantara (ATM Link).

Itulah daftar holding BUMN yang telah terbentuk, kedepannya akan ada lagi holding BUMN yang bakal terbentuk tinggal kita tunggu saja kelanjutannya seperti apa.

Email: [email protected]

Posting Komentar

Berikan komentar terbaikmu!




© 2015 - rizensia| All rights reserved.
Sahabat Investasi Kamu!
Dukung!