Buka Rekening di BSI Mobile dapat Cashback!. Klik Disini!

Order Saham Tidak Terlaksana? Ayo Kenali Fraksi Harga Saham di Bursa Efek Indonesia

Kamu pernah bingung ketika memasang harga di aplikasi online trading, tetapi harga saham yang kamu inginkan tak terlaksana atau 'Open'?

 Assalamu'allaikum...

Kenali Fraksi Harga Saham
Kenali Fraksi Harga Saham

rizensia -  Kamu pernah bingung ketika memasang harga di aplikasi online trading, tetapi harga saham yang kamu inginkan tak terlaksana atau 'Open'?. Kemungkinan ini terjadi, karena kamu keliru dalam memasang harga ketika melakukan order beli atau jual saham.

Maka dari itu penting untuk memahami fraksi harga saham, agar ketika membeli saham tidak asal-asalan dalam memasukkan order yang membuat order saham kamu tertolak oleh sistem.

Fraksi harga saham adalah pedoman tawar menawar perdagangan saham sesuai dengan harga sahamnya beserta maksimum perubahan harganya. Sejak Mei 2016, pihak Bursa Efek Indonesia menambahkan fraksi harga saham yang tertulis dalam Peraturan II-A-Kep-00023/BEI/04-2016. 

Dalam peraturan ini, BEI membuat 5 fraksi yang berlaku dalam perdagangan saham. Berikut kami bagikan:

Kelompok Kerja

Fraksi Harga

Maksimum Perubahan*

<200,-

Rp1,-

Rp10,-

Rp200,- < Rp500,-

Rp2,-

Rp20,-

Rp500,- < Rp2.000,-

Rp5,-

Rp50,-

Rp2.000,- < Rp5.000,-

Rp10,-

Rp100,-

>= Rp5.000,-

Rp25,-

Rp250,-

Fraksi ini dipergunakan dalam perdagangan di Pasar Reguler dan Pasar Tunai harus dalam satuan perdagangan (round lot) Efek atau kelipatannya, yaitu 100 (seratus) efek. Perdagangan di Pasar Negosiasi tidak menggunakan satuan perdagangan (tidak round lot). 

Fraksi dan jenjang maksimum perubahan harga di atas berlaku untuk satu Hari Bursa penuh dan disesuaikan pada Hari Bursa berikutnya jika Harga Penutupan berada pada rentang harga yang berbeda. Jenjang maksimum perubahan harga dapat dilakukan sepanjang tidak melampaui batasan persentase auto rejection.

Kemudian, perubahan fraksi saham juga perlu mempertimbangkan perbandingan nilai transaksi menurut kelompok harga saham yang ada. Hal tersebut menjadi penyebab kelompok saham berbeda-beda.

Semoga bermanfaat....


Posting Komentar

Berikan komentar terbaikmu!
© rizensia. All rights reserved. Dukung!