Holding Perusahaan Lippo, Mau Fokus Ke Investasi Teknologi

 Assalamu'allaikum....

Multipolar ekspansi ke Investasi Digital

rizensia - Beberapa bulan belakangan ini, Group Lippo melalui salah satu holding perusahaannya di Indonesia yakni PT Multipolar Tbk (MLPL) telah melakukan beberapa aksi divestasi anak perusahaan. Bahkan tak segan mereka melepas status sebagai pemegang saham pengendali dari anak perusahaan tersebut.

Seperti kita ketahui, bahwa kepemilikan saham mereka di PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA), pengelola Hypermart mendapatkan investor baru yakni PT Aplikasi Anak Bangsa (Gojek). Melalui entitas PT Pradipa Darpa Bangsa mereka membeli 4,76% saham MPPA, sementara Multipolar menyisahkan 38% kepemilikan saham.

Kemudian, Multipolar juga melakukan divestasi ke PT Matahari Departement Store Tbk (LPPF) yang dilepas kepada Auric Digital Pte. Ltd. alias Bidco. Bahkan pada aksi ini Auric menjadi pemegang saham mayoritas dari Matahari dengan porsi 32%. Hanya saja dengar isu bahwa Bidco masih terafiliasi dengan perusahaan Group Lippo diluar negeri.

Adapun rencana selanjutnya Group Lippo akan melepas kepemilikan saham di PT Link Net Tbk, yakni perusahaan penyedia layanan internet kabel fiber optik. Bersama mitranya yakni CVC Capital Partners melalui Asia Link Dewa Pte. Ltd sebesar 35,55% saham. Dan Lippo Group melalui First Media sebesar 27,9% saham. Mereka masih mencari investor strategis untuk mengakusisi perusahan Link Net.

Tentunya dari pelepasan beberapa anak perusahaan Group Lippo mempunyai tujuan tertentu. Nah, sebagai investor ritel dibursa saham Indonesia tentu kita harus membaca pergerakan ini, apakah bisa menjadi peluang keuntungan atau tidak? Ini karena PT Multipolar Tbk sendiri adalah perusahaan terbuka dan sahamnya tercatat di Bursa.

Dalam pemberitaan Investor Daily, bahwa PT Multipolar Tbk akan bertransformasi menjadi perusahaan investasi teknologi yang melayani konsumen kelas menengah di Indonesia. Hal ini ditandai dengan ikutnya Multipolar dalam putaran dana Seri A di startup otomotif Asia Tenggara, Carro. Carro didirikan pada tahun 2015, adalah startup online marketplace untuk mobil. 

Carro baru saja menyandang status unicorn setelah meraih dana US$ 360 juta atau sekitar Rp 5,1 triliun dalam pendanaan seri C yang dipimpin oleh Softbank Vision Fund 2 pada 15 Juni 2021.

Dalam keterangan kepada Investor Daily direktur Multipolar Agus Arismunandar mengatakan, perseroan akan terus fokus pada layanan konsumen berbasis teknologi dengan terus mencermati perilaku dan kebutuhan konsumen di Indonesia. Untuk itu, sebagai perusahaan investasi, perseroan terus membuka peluang investasi di perusahaan berbasis digital atau perusahaan rintisan (startup). Hal tersebut lantaran banyaknya tren baru di era teknologi saat ini.

Melalui Venturra Capital, Multipolar menjadi led investor atas pendanaan seri A senilai US$ 150 juta dengan partisipasi Singtel Innov8, Golden Gate Ventures, Alpha JWC Ventures, Skystar Capital, dan GMO Venture Partners.

Selain di startup Carro, Multipolar juga menjadi salah satu investor dari dompet digital OVO, Ruang Guru, dan gencar menjadi investor dibeberapa startup lain melalui Venturra Capital.

Pada tahun 2021, perseroan berencana untuk terus mendorong nilai operasional dari perusahaan-perusahaan dalam portofolio perseoran, mengevaluasi dan mengeksekusi investasi termasuk potensi kemitraan dan divestasi, dan merampingkan biaya dan lebih meningkatkan efisiensi oprerasional. ujar direktur Multipolar.

Bagaimana menurut kamu, apakah dengan perubahan fokus perusahaan bisa menjadi peluang bagi pergerakan harga saham Multipolar atau tidak nih?

Refrensi:

https://investor.id/corporate-action/bidik-penjualan-tumbuh-15-multipolar-investasi-di-unicorn-otomotif-carro

https://katadata.co.id/lavinda/finansial/60f5788d8be83/induk-grup-lippo-ungkap-alasan-jual-saham-matahari-dan-hypermart