Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Maksud Dari Saham Free Float | Apa Dampaknya Ke Emiten?

 Assalamu'allaikum....

rizensia - Dalam bursa saham terdapat beberapa peraturan yang diberikan BEI kepada emiten, dimana salah satu peraturannya adalah free float saham. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan saham free float ? Yuk baca artikel ini sampai tuntas!!

Ilustrasi BRI Syariah melakukan merger bersama BSM, BNI Syariah. Foto via tempo.co

Apa Itu Saham Free Float ??

Saham free float  sebenarnya adalah istilah lain dari saham publik atau saham yang bisa dibeli oleh masyarakat umum melalui pasar modal diluar pemegang saham mayoritas.

Jadi saham free float adalah jumlah lembar saham yang beredar dan dapat ditransaksikan di pasar modal/reguler. Saham free float erat kaitannya dengan kepemilikan saham perusahaan dengan presentasi baik itu mayoritas dan minoritas serta volatilitas harga saham perusahaan.

Kepemilikan Mayoritas dan Minoritas Sebuah Saham Perusahaan

Dalam peraturan Bursa Efek Indonesia, bahwa investor yang disebut sebagai pemegang saham mayoritas adalah mereka yang memiliki porsi kepemilikan perusahaan lebih dari 5%. Jika kepemilikan di bawah 5% maka disebut dengan kepemilikan minoritas dan kekuasaannya juga kecil dalam menentukan arah kebijakan perusahaan.

Jika diilustrasikan mengenai kepemilikan saham mayoritas dan minoritas, jadinya seperti ini, contoh dalam sebuah perusahaan terdapat 3 kepemilikan saham didalamnya, dimana Riz merupakan investor mayoritas di perusahaan RZNS dengan presentasi saham 50%. Selanjutnya ada Zen dan Sia yang masing-masing memiliki kepemilikan saham sebesar 30% dan 20%.

Kemudian, perusahaan RZNS atas kesepakatan 3 pemegang saham melakukan pelepasan saham ke publik dengan cara IPO, saham yang mereka lepas sebesar 10%. Sehingga saham perusahaan bisa dibeli dan dijual dengan bebas di Bursa Efek Indonesia, karena telah menjadi perusahaan publik.

Nah, dari pelepasan saham tadi membuat presentasi kepemilikan saham RZNS atas pemegang saham mayoritas Riz, Zen, dan Sia terdilusi, menjadi 45%, 27% dan 18%. Akan tetapi mereka tetap menjadi pemegang saham mayoritas perusahaan RZNS.

Tentunya sebagai pemilik saham mayoritas mereka bertiga harus menjaga saham mereka dengan cara memantau operasional perusahaan agar kinerja terus meningkat, dan menikmati keuntungan dari hasil dividen tahunan perusahaan.

Bedah halnya dengan saham yang dimiliki oleh publik sebesar 10%, mereka mempunyai pandangan yang berbeda dengan pemilik saham mayoritas. Mereka mengincar keuntungan lewat capital gain atau selisih kenaikan harga saham RZNS, dan mereka pun bisa menikmati dividen dari perusahaan. Nah, ini yang dimaksud dengan saham free float

Volatilitas Harga Saham Perusahaan

Banyak atau sedikitnya saham free float sangat mempengaruhi pandangan investor terhadap perusahaan. Contoh, jika saham free float jumlahnya sedikit tentu harga saham akan cenderung lebih fluktuatif atau ekstrem kenaikan dan penurunan hanganya, ini dikarenakan jumlah saham yang diperjual belikan sangat terbatas.

Begitu juga jika saham free float perusahaan besar presentasinya, maka harga sahamnya akan cenderung stabil. Ini dikarenakan jumlah frekuensi transaksi saham free float cenderung tinggi, namun tidak terlalu fluktuatif/ekstrem naik atau turunnya harga saham.

Ini sesuai dengan hukum permintaan dan penawaran, jika terdapat permintaan besar maka harga saham akan naik. Ketika ada permintaan besar sementara ketersediaan minim karena porsi saham free float yang kecil, maka harga akan melompat tinggi. Sebaliknya, jika banyak yang ingin menjual maka harganya akan terjun bebas.

Bursa Efek Indonesia telah mewajibkan setiap perusahaan publik untuk menyediakan saham free float minimal sebesar 7,5%. Jika ada perusahaan publik yang masih memiliki jumlah saham free float dibawah kewajiban yang telah ditentukan, maka perusahaan harus melakukan aksi korporasi agar saham free float mereka bertambah.

Posting Komentar untuk "Maksud Dari Saham Free Float | Apa Dampaknya Ke Emiten?"

Subscribe