Post Page Advertisement [Top]

Ciri-ciri Saham Gorengan Dalam Pasar Modal

Ciri-ciri Saham Gorengan Dalam Pasar Modal
Ilustrasi, Grafik pergerakan saham. Foto via kontan


Assalamu'allaikum....

Rizensia.com - Saham gorengan siapa sih yang tak tergiur?? Karena saham jenis ini memberikan keuntungan lebih cepat dan besar kepada investor, akan tetapi saham ini pun bisa membuat investor menjadi buntung.

Tak jarang dalam sesi perdagangan di pasar modal ada saja saham-saham yang coba untuk digoreng oleh para bandar.

Bagi para investor pemula Rizensia tak sarankan untuk melakukan trading pada saham-saham gorengan, karena resiko kerugian sangat besar.

Nah, pada kesempatan kali ini Rizensia akan membagikan ciro-ciri saham gorengan yang perlu kamu ketahui, berikut kami paparkan:

Tanpa Ada Sebab, Tiba-tiba Harga Saham Naik dan Turun Begitu Cepat


Saham gorengan terkadang membuat para investor terkejut, karena tanpa sebab baik itu pemberitaan dan prestasi keuangan tiba-tiba harganya mendadak naik dan juga tiba-tiba harganya turun dengan cepat.

Sebagai contoh, ketika suatu emiten yang harga yang diperdagangkan di BEI seharga Rp 80 per lembar saham. Tiba-tiba saham tersebut naik berkali-kali lipat menjadi Rp 300 per lembar saham. Akan tetapi ketika perdagangan keesokan harinya saham tersebut langsung turun bahkan lebih rendah dari harga sebelumnya Rp 70 per lembar saham.

Maka tipe pergerakan saham seperti itu masuk kedalam kategori saham gorengan. Sebab pergerakannya harganya tak wajar, tanpa didukung oleh pemberitaan seperti ekspansi usaha dan juga keuangan yang berprestasi baik.


Saham Yang Tiba-tiba Harganya Naik, Diakibatkan Rumor Belaka


Tak hanya artis saja ketika karir redup, maka jalan mendompleng kembali dengan membuat gosip-gosip kontroversial menjadi jalan tercepat. Begitu pun dalam pasar modal yakni perdagangan saham, rumor atau gosip-gosip sangat berpengaruh dalam mengangkat harga saham sebuah perusahaan.

Sebagian besar investor di Indonesia lebih memercayai rumor dibanding analisa fundamental dan teknikal dalam berinvestasi, khususnya investasi saham, kata perusahaan layanan finansial.

Sekretaris Perusahaan PT Reliance Sekuritas Indonesia Erry Hidayat mengatakan bursa di Indonesia lebih digerakkan oleh rumor.

Menurut dia, investor seharusnya bisa membedakan antara rumor dan informasi yang benar terkait saham suatu perusahaan.

“Bahkan informasi pun sering menjebak karena dipakai untuk kepentingan tertentu seperti menggoreng saham untuk meningkatkan transaksi jual beli saham,” ungkap dia dalam acara literasi keuangan di Jakarta, Rabu.

Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk bertransaksi saham, investor harus benar-benar memahami kondisi dan informasi yang ada. Seperti dikutip dari www.aa.com.tr

Terkadang juga ada rumor yang berakhir dengan eksekusi nyata dari pihak perusahaan, maka sebagai investor perlu memahami dengan cara cek and ricek .


Tidak Didukung Dengan Kondisi Keuangan Yang Baik


Sebelum membeli saham, kita telah diingatkan untuk melakukan pengecekkan kondisi keuangan/fundamental perusahaan. Nah, ketika terdapat saham yang harganya melesat tinggi tanpa didukung oleh kondisi keuangan yang baik, maka hal yang dilakukan adalah jangan lama dalam memegang saham tersebut.

Bahkan jangan coba-coba masuk ke saham perusahaan hasil gorengan tersebut. Karena resiko untuk meruginya sangat besar, bahkan bisa jadi saham tersebut akan bersemayam lama di portofoliomu.


Memiliki Kapitalisasi Pasar Yang Kecil


Saham gorengan pada umumnya memiliki nilai kapitalisasi pasar yang kecil, ini tentunya mempermudah bandar dalam memainkan harganya. Kapitalisasi pasar yakni istilah dimana pasar menilai sebuah harga pasaran saham perusahaan yang diperdagangkan.

Angka market cap sendiri dihitung dari harga saham dikalikan dengan jumlah unit saham beredar yang diperdagangkan di bursa saham, nilainya lebih kecil dari nilai aset karena tidak semua saham yang ditempatkan dan disetor penuh dijual ke publik.

Saham Tidak Liquid


Saham yang menjadi gorengan para bandar biasanya tak liquid di perjual belikan di bursa. Tentunya berbeda dengan saham-saham yang masuk kedalam daftar LQ45, dimana hampir setiap hari perdagangan pasti terjadi jual dan beli.

Salah satu pemilihan saham yang tak liquid untuk digoreng yakni untuk menarik minat para investor ritel/personal, dimana dengan nilai kapitalisasi yang kecil tentu akan cocok di kantong merek dan secara tak langsung mereka akan tertarik berinvestasi pada saham gorengan tersebut.


Terkadang Perusahaannya Bermasalah



Tak jarang perusahaan yang dijadikan menjadi saham gorengan adalah perusahaan yang mempunyai masalah didalam laporan keuangannya, seperti mempunyai utang yang besar, tak menghasilkan laba, fundamental per quartalnya tak baik dan lain sebagainya.

Itulah beberapa ciri-ciri saham gorengan versi dari Rizensia, harapan kami semoga informasi dari artikel ini bermanfaat didalam membeli saham-saham yang masuk dalam kategori gorengan tersebut.

No comments:

Post a comment

Berlangganan Artikel Kami:

Bottom Ad [Post Page]