Post Page Advertisement [Top]

KHUSUS PEMULA : Mengenal Analisis Fundamental Dalam Investasi Saham | Part 1

KHUSUS PEMULA : Mengenal Analisis Fundamental Dalam Investasi Saham | Part 1
Ilustrasi via Google Image


Assalamu'allaikum.....

Rizensia.com - Ketika mulai terjun didunia investasi saham, pastinya kita akan diperkenalkan mengenai istilah analisis Fundamental dan analisis Teknikal. Kedua analisa tersebut adalah sebagai katalog kita dalam memahami saham yang akan kita beli nantinya, karena dari kedua analisa itu kita bisa meminimalisir terjadinya kerugian.

Pada artikel kali ini Rizensia akan memperkenalkan teknik analisa fundamental, yuk pantengin terus artikel ini:

Apa itu Analisa Fundamental..???


Analisa ini adalah salah satu cara seorang investor mengenali perusahaan yang akan diinvestasikan dananya, karena pada analisa ini kita akan diajak untuk melihat kondisi keuangan, kondisi bisnis, dan lain sebagainya dari sebuah perusahaan.

Seperti pak Lo Keng Hong katakan, bahwa jangan kita dalam membeli saham seperti "Ibarat kucing dalam karung", yang artinya kita dalam membeli sesuatu tanpa mempelajari apa yang dibelinya terlebih dahulu. 

Mengetahui apa yang kita beli dan belilah apa yang kita ketahui adalah salah satu prinsip seorang investor dalam berinvestasi.

Dengan melakukan analisa fundamental kita bisa mengetahui akan resiko dari sebuah perusahaan, sehingga kita bisa meminimalisir akan kerugian yang akan terjadi. Hal ini sejalan dengan quote dari investor anyar yakni Warren Buffet.

“Membeli saham adalah membeli sebuah bisnis, artinya kita harus menganalisis bisnisnya, bukan sekedar pergerakan harga sahamnya”

Dalam pendekatan analisa fundamental sendiri terbagi atas dua macam yakni top down dan botton up.

Apa itu top down dalam analisa fundamental?? Top down sendiri adalah teknik menganalisa kondisi makro ekonomi, sektor industrinya dan terakhir perusahaan. Sendangkan Botton up?? Adalah analisa kebalikan dari top down  dimana dimulai dari kondisi perusahaan, sektornya dan kondisi makro ekonomi.


Keadaan makro ekonomi sebuah negara begitu mempegaruhi kondisi dari sebuah perusahaan. Hal ini dikarenakan pertumbuhan nilai perusahaan sangat dipengaruhi oleh kondisi makro. Maka dari itu kita perlu menganalisa keadaan makro ekonomi sebuah negara.

Melakukan asumsi makro bisa kita lakukan dengan cara melihat produk domestik bruto (gross domestic prioduct/GDP), angka penggguran, inflasi dan suku bunga acuan alias BI rate.

Kemudian, Hal lainnya yang juga perlu dianalisis yaitu jumlah uang beredar, neraca pembayaran, angaran belanja negara dan lain-lain. Dengan menganalisis, investor dapat mengetahui bagaimana prospek perekonomian ke depan, sekaligus prediksi atau peluang krisis terjadi disuatu negara/

Setelah mengetahui kondisi ekonomi makro negara, selanjutnya kita harus mengetahui kondisi suatu perusahaan seperti menganalisa industri di mana perusahaan berada. Tingkat persaingan dalam industri dimana perusahaan itu menawarkan produk.

Terakhir adalah menganalisa perusahaan dimana kita ingin berinvestasi. Seperti menganalisa laporan keuangan hingga valuasi, model bisnis perusahaan dan manajemen perusahaan apakah sesuai dengan standar GCG.

Jika laporang keuangan dan valuasinya postif, kemudian model bisnisnya menjanjikan kedepannya serta didukung oleh menajemen dengan kualitas terstandar GCG, maka perusahaan ini cocok dipilih sebagai tempat investasi.

No comments:

Post a Comment

Bottom Ad [Post Page]