Kanal kami: rizensia ~ HYPE ~ OTO

Portofolio Archipelago Investment di Bursa Efek Indonesia

Archipelago Investment Pte. Ltd adalah perusahaan investasi yang dimiliki sepenuhnya oleh Government of Singapore Investment Corporation (GIC).

 Assalamu'allaikum....

Archipelago Ilustrasi
Ilustrasi

rizensia - Perusahaan investasi milik Pemerintah Singapura begitu masif berinvestasi di perusahaan Indonesia. Ini di tandai dengan masuknya Archipelago Investment kedalam emiten-emiten pasar modal yang baru saja IPO atau penawaran umum saham perdana di bursa efek Indonesia.

Archipelago Investment Pte. Ltd adalah perusahaan investasi yang dimiliki sepenuhnya oleh Government of Singapore Investment Corporation (GIC).

Emiten yang pertama menjadi tempat investasi dari perusahaan ini adalah PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) pada bulan agustus silam. Archipelago menambah kepemilikan saham mereka di BUKA sebanyak 1,6 miliar saham di harga Rp 850 per lembar saham, jika di rupiahkan senilai Rp 1,36 Triliun.

Sehingga setelah aksi penambahan saham itu, membuat Archipelago dan induknya GIC menggengam kepemilikan saham sebesar 11.337.391.077 saham BUKA atau setara 11%. 

Sebelum IPO Bukalapak, GIC dan Archipelago Invesment Pte Ltd telah mengenggam kepemilikan saham sebesar 9.736.593.677 saham.

Emiten selanjutnya yang menjadi tempat investasi Archipelago adalah PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau lebih dikenal dengan Mitratel, emiten dengan kode saham MTEL masuk dalam portofolio investasi Archipelago melalui penawaran umum saham perdana atau IPO. 

GIC diketahui telah menggenggam sebanyak 5,3% dari total pemegang saham Mitratel. Dalam aksi IPO ini anak usaha Telkom menawarkan harga saham perdana senilai Rp 800 dengan nilai nominal Rp 228.

Kemudian PT Avia Avian Tbk atau lebih dikenal dengan nama Avian Brands, perusahaan ini juga menjadi portofolio dari Archipelago. Mereka menggengam kepemilikan saham lewat skema IPO dengan presentasi saham sebesar 9%.

Namun dihari setelah IPO PT Avia Avian Tbk, Archipelago melepas kepemilikan sahamnya sebesar 2,7%, sehingga kepemilikan saham perusahaan investasi asal Singapura itu menjadi 6,3%.

Selain masuk melalui skema IPO, Archipelago juga telah lama memiliki saham di perusahaan investasi teknologi yakni PT Elang Mahkota Teknologi Tbk atau Emtek, Archipelago masuk ke perusahaan ini pada tahun 2015 sampai saat ini Archipelago masih menggengam saham Emtek dengan kepemilikan sebesar 7,1% saham.

Masuknya investor kelas kakap dari Singapura kedalam emiten-emiten pasar modal kita bisa dibilang adalah hal yang positif, karena ini adalah sebuah bentuk kepercayaan investor asing kepada Bursa Saham Indonesia. Tinggal kita sebagai investor ritel Indonesia bagaimana caranya agar bisa mengambil peluang untuk untung dari aksi investasi investor asing ini.

Semoga bermanfaat....

Email: [email protected]

Posting Komentar

Berikan komentar terbaikmu!




© 2015 - rizensia| All rights reserved.
Sahabat Investasi Kamu!
Dukung!